Wahai anakku! Ketahuilah sesungguhnya dunia laksana samudra yang dalam,
banyak manusia yang tenggelam ke dasarnya. Jika engkau ingin selamat dan
tidak tenggelam, maka layarilah ia dengan perahu yang bernama takwa,
isinya adalah iman dan layarnya adalah tawakal kepada Allah.Orang-orang
yang selalu menyediakan dirinya untuk menerima nasihat, maka dirinya
akan mendapat penjagaan dari Allah. Orang yang selalu sadar dan sabar
karana menerima nasihat orang lain, maka tandanya orang itu akan selalu
menerima kemuliaan dari Allah, merasa hina diri dalam beribadah dan
sangat taat kepada Allah Ta'ala. Lalu, ia akan menimbulkan rasa lebih
dekat kepada Allah dan lebih menghindarkan diri daripada maksiat.
Wahai
anakku! Ingatlah! Marahnya orangtua dalam mendidik anaknya, tak ubahnya
seperti pupuk bagi tanam-tanaman. Hai anakku! Berusahalah untuk
menjauhkan dirimu dari berhutang, karena sesungguhnya berhutang itu
menjadikan dirimu hina di waktu siang dan gelisah di waktu malam.
Wahai
anakku! Engkau harus selalu berharap kepada Allah, yaitu
harapan-harapan yang hasilnya tidak akan membawamu untuk mendurhakai
Allah. Takutlah kepada Allah dengan sebenar takut, yang bisa
melapaskanmu dari sifat berputus asa terhadap rahmat Allah.
Anakku,
sesungguhnya seorang pendusta mudah hilang air mukanya (tak dipercayai
orang lain) dan seorang yang sudah rusak akhlaknya akan banyak
tergelincir kesalahan demi kesalahan; Memindahkan batu yang besar dan
berat dari tempatnya ke tempat yang lain, lebih mudah daripada memberi
pengertian kepada orang yang tidak mau mengerti.
Wahai anakku!
Engkau sudah merasakan bagaimana beratnya membawa batu yang besar, besi
yang berat dan lain-lain yang sangat berat, tapi akan lebih berat lagi
dari itu, bila mempunyai tetangga yang jahat, engkau telah merasakan
berbagai macam kepahitan, tapi akan merasa lebih pahit lagi bila hidup
dalam keadaan fakir dan miskin.
Wahai anakku! Jauhilah sifat
dusta, sebab berdusta itu enak sekali mengerjakannya, seperti enaknya
memakan daging burung, sedikit saja berdusta, akibatnya tetap akan
memberi bahaya yang besar.
Wahai anakku! Kalau bertemu dua peristiwa,
antara menjenguk orang mati dengan menghadiri pesta perkawinan, maka
pergilah menjenguk orang mati, sebab akan mengingatkan dirimu pulang ke
negeri akhirat, sedangkan menghadiri pesta perkawinan hanya mengingatkan
dirimu kepada kesenangan duniawi saja.”

Tidak ada komentar:
Posting Komentar