Selasa, 16 Februari 2016

NASIHAT LUKMANUL HAKIM KEPADA ANAKNYA

Wahai anakku! Ketahuilah sesungguhnya dunia laksana samudra yang dalam, banyak manusia yang tenggelam ke dasarnya. Jika engkau ingin selamat dan tidak tenggelam, maka layarilah ia dengan perahu yang bernama takwa, isinya adalah iman dan layarnya adalah tawakal kepada Allah.Orang-orang yang selalu menyediakan dirinya untuk menerima nasihat, maka dirinya akan mendapat penjagaan dari Allah. Orang yang selalu sadar dan sabar karana menerima nasihat orang lain, maka tandanya orang itu akan selalu menerima kemuliaan dari Allah, merasa hina diri dalam beribadah dan sangat taat kepada Allah Ta'ala. Lalu, ia akan menimbulkan rasa lebih dekat kepada Allah dan lebih menghindarkan diri daripada maksiat.

Wahai anakku! Ingatlah! Marahnya orangtua dalam mendidik anaknya, tak ubahnya seperti pupuk bagi tanam-tanaman. Hai anakku! Berusahalah untuk menjauhkan dirimu dari berhutang, karena sesungguhnya berhutang itu menjadikan dirimu hina di waktu siang dan gelisah di waktu malam.
Wahai anakku! Engkau harus selalu berharap kepada Allah, yaitu harapan-harapan yang hasilnya tidak akan membawamu untuk mendurhakai Allah. Takutlah kepada Allah dengan sebenar takut, yang bisa melapaskanmu dari sifat berputus asa terhadap rahmat Allah.

Anakku, sesungguhnya seorang pendusta mudah hilang air mukanya (tak dipercayai orang lain) dan seorang yang sudah rusak akhlaknya akan banyak tergelincir kesalahan demi kesalahan; Memindahkan batu yang besar dan berat dari tempatnya ke tempat yang lain, lebih mudah daripada memberi pengertian kepada orang yang tidak mau mengerti.

Wahai anakku! Engkau sudah merasakan bagaimana beratnya membawa batu yang besar, besi yang berat dan lain-lain yang sangat berat, tapi akan lebih berat lagi dari itu, bila mempunyai tetangga yang jahat, engkau telah merasakan berbagai macam kepahitan, tapi akan merasa lebih pahit lagi bila hidup dalam keadaan fakir dan miskin.

Wahai anakku! Jauhilah sifat dusta, sebab berdusta itu enak sekali mengerjakannya, seperti enaknya memakan daging burung, sedikit saja berdusta, akibatnya tetap akan memberi bahaya yang besar.
Wahai anakku! Kalau bertemu dua peristiwa, antara menjenguk orang mati dengan menghadiri pesta perkawinan, maka pergilah menjenguk orang mati, sebab akan mengingatkan dirimu pulang ke negeri akhirat, sedangkan menghadiri pesta perkawinan hanya mengingatkan dirimu kepada kesenangan duniawi saja.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar